17 hari berlalu..kini
aku merasa sdikit lebih tenang. Nyaris tyap hari ku lewati dengan genggaman
tasbih di tangan,ketika dada ini mulai sesak mengingat masa kemarin aku hanya
ingin menyebut asmaNya. Berdoa,bercerita pada Tuhan..berharap Tuhan akan beri
keikhlasan itu kepdaku dengan segera. Karna aku lelah jika terus begini,sadar
bahwa tanggung jwabku masih teramat banyak. Jalan ku masih panjang.
Ambil positif dari
peristiwa kemarin..aku jadi lebih dekat dengan bundaku,ayah temand-temand dan
tentunya Tuhan. Hidayah yang slama ini aku tunggu pun telah datang..penututp
kepala yg sebenarnya wajib dikenakan tiap wanita di dunia ini. Kini dengan
keyakinan yang mantap aku mengenakannya. Walau kdg lisan dan tingkahku belum
bisa ku benahi.
Aku harus menata hatiku
kembali Tuhan..
Dengan ditemani
Ayah,bunda dan teman-temanku..
Walau masih dengan
langkah yg terpincang..
But thanks God you give
me any angel who I call “mother”
She is my really
inspiration in my live..
You also give me the
best leader who I call “father”
And finally you still
give me the best friend..
God..
Now I just wanna calm
and quite..
With their..
Kini aku tlah memaafkan
dy Tuhan..karna ibuku pernah bilang,bahwa semua org itu berhak atas maaf. Tapi
untuk bertemu dg dy knpa hingga skrg aku masih takut. Aku hanya belum bsa
menatap wjah org yg prnah teramat kusayangi namun jg begitu menyakiti hati.
February semoga tak
menjadi kelabu. Skrg aku hanya ingin mencintai dlu,krna untuk di cintai rsanya
hati ini masih takut..
untuk yg sedang
mencintai saya..trimakasih atas cintanya. Tapi maaf saya belum bisa membalasnya.
Terlalu pagi untuk memulainya lagi. Saya hanya ingin di cintai oleh org yg rela
mendedikasikan seluruh akhir hidupnya dengan saya. Seorang yang
setia,bertanggung jawab dan tidak munafik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar